KETAPANG,Kalbar.jurnalkalbarnews.com
Dalam upaya meningkatkan efektivitas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Wakapolres Ketapang memimpin langsung pelaksanaan pengaplikasian penggunaan cairan X-FIRE yang dicampurkan dengan air biasa untuk membantu memadamkan bara api dan mendinginkan lahan gambut di wilayah Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polres Ketapang dalam memastikan penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga terhadap bara yang masih tersimpan di dalam lapisan tanah gambut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bara api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali menimbulkan titik api apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, personel melakukan penyemprotan menggunakan air biasa sebagai pembanding dengan campuran air dan cairan X-FIRE pada area yang masih ditemukan bara dan panas. Pengaplikasian dilakukan secara terarah dengan membasahi permukaan serta area sekitar titik bara guna membantu proses pendinginan dan mengurangi potensi api kembali muncul.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama S.H., S.I.K., M.H. melalui Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa penggunaan cairan X-FIRE ini merupakan salah satu upaya yang sedang diaplikasikan untuk melihat efektivitas penanganan bara api, khususnya pada lahan gambut. “Kami tidak hanya mengejar api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara di dalam tanah benar-benar dapat dikendalikan. Penggunaan campuran air dan X-FIRE ini menjadi salah satu langkah yang kami lakukan dalam mendukung efektivitas pemadaman Karhutla,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak serta dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada kondisi lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah menyimpan bara. Personel di lapangan juga terus melakukan pemantauan dan pendinginan pada lokasi yang telah dilakukan pemadaman guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Polres Ketapang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat yang menemukan adanya titik api atau kepulan asap di wilayahnya juga diimbau segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Call Center Polri 110, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Wakapolres Ketapang menegaskan bahwa Polres Ketapang bersama seluruh jajaran akan terus meningkatkan upaya pencegahan, pemadaman dan pendinginan Karhutla sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dan lingkungan. Pencegahan jauh lebih baik, dan apabila ditemukan titik api, segera laporkan agar dapat kita tangani bersama sebelum meluas,” pungkasnya.
(Sanawiyah)



