SEKADAU,Kalbar.jurnalkalbarnews.com
Polres Sekadau membekali 320 peserta didik baru SMK Keling Kumang dengan edukasi tentang bahaya judi online (judol), pentingnya tertib berlalu lintas, serta pemanfaatan layanan Kepolisian 110 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7/2026).
Melalui kegiatan Police Goes to School, Ka SPKT Polres Sekadau IPDA Subhan Syah Khan bersama Ps Kanit Kamsel Satlantas AIPDA Yuni Iswandi hadir sebagai narasumber. Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif Polri untuk membangun kesadaran hukum dan membentuk karakter pelajar sejak dini.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, kehadiran Polri di lingkungan sekolah merupakan bentuk komitmen dalam mendukung dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif. Menurutnya, pembinaan sejak masa MPLS penting untuk membekali pelajar menghadapi tantangan yang berkembang, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
“MPLS menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kesadaran hukum kepada peserta didik baru. Melalui Police Goes to School, kami ingin para pelajar memahami berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan mereka, seperti judi online, pelanggaran lalu lintas, maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya,” kata Iwan.
Pada kesempatan itu, IPDA Subhan Syah Khan memperkenalkan layanan Kepolisian 110 sebagai saluran yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun keadaan darurat lainnya. Layanan tersebut diharapkan semakin dikenal oleh kalangan pelajar sebagai akses cepat memperoleh bantuan Kepolisian.
Sementara itu, AIPDA Yuni Iswandi mengajak para siswa menjauhi praktik judi online yang kini semakin menyasar kalangan remaja. Pelajar juga diingatkan agar bijak memanfaatkan teknologi digital dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan instan yang berpotensi menimbulkan kecanduan, kerugian finansial, hingga berujung pada tindak pidana.
Yuni juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari pembentukan karakter. Para siswa diimbau membiasakan penggunaan helm berstandar SNI, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, menghindari balap liar, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Kami berharap para pelajar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan karakter yang disiplin, taat hukum, dan bijak memanfaatkan teknologi, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus menjauhi berbagai pengaruh negatif, termasuk praktik judi online,” pungkas Iwan.
Sanawiyah















