Blog  

Mahasiswa Melawi Salurkan Bantuan Bencana Sumatra dan Aceh

banner 728x250

katalistiwa.online, melawi – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh mahasiswa di Kabupaten Melawi. Melalui aksi penggalangan dana kemanusiaan, mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STKIP Melawi berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 15.960.500 untuk membantu para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra dan Aceh.

Aksi solidaritas tersebut dilaksanakan selama beberapa hari dengan melibatkan berbagai organisasi kemahasiswaan. Penggalangan dana dilakukan melalui turun langsung ke jalan, pengumpulan donasi di lingkungan kampus, serta kontribusi dari masing-masing organisasi yang terlibat.

Koordinator Pelaksana kegiatan, Zainal Abidin dari organisasi Mapala IMPA STKIP Melawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa Melawi terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah bencana alam.

“Pengumpulan dana kami lakukan melalui penggalangan di jalan, kampus, serta dari masing-masing organisasi. Bersyukur total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 15.960.500,” ujar Zainal, Selasa 16 Desember 2025.

Ia menjelaskan, dana yang terkumpul tersebut disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatra dan Aceh melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyaluran bantuan difokuskan untuk membantu kebutuhan dasar para korban, seperti logistik, kebutuhan pokok, dan bantuan darurat lainnya.

Zainal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, keterlibatan banyak elemen mahasiswa menunjukkan kuatnya rasa solidaritas dan empati sosial di kalangan generasi muda Melawi.

Adapun organisasi yang terlibat dalam aksi penggalangan dana gabungan ini antara lain PMKRI, GMKI, HMI, GMNI, KMK STKIP Melawi, PMK STKIP Melawi, LDK STKIP Melawi, serta organisasi pecinta alam Mapala IMPA STKIP Melawi. Seluruh elemen tersebut bersatu dalam semangat kemanusiaan tanpa memandang latar belakang organisasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama saat terjadi bencana,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250