Daerah  

Inilah Peran Perumdam Tirta Melawi dalam Menaklukan Sijago Merah di Nanga Pinoh

banner 728x250

Melawi –

Perumdam Tirta Melawi menunjukkan peran vital dalam upaya penanggulangan kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Nanga Pinoh. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, Kota Nanga Pinoh dilanda dua peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan dan mengancam keselamatan masyarakat. Kejadian tersebut menuntut respons cepat serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya ketersediaan air.

Dalam proses pemadaman api, kebutuhan air menjadi faktor utama bagi petugas pemadam kebakaran. Seluruh air yang digunakan oleh armada mobil pemadam kebakaran diketahui disuplai melalui hidran yang tersambung langsung dengan jaringan pipa distribusi milik Perumdam Tirta Melawi. Dengan dukungan sistem distribusi air tersebut, petugas di lapangan dapat melakukan pemadaman secara maksimal dalam pasokan air.

Direktur Perumdam Tirta Melawi, Bambang Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya selalu siap berpartisipasi dan mendukung penuh setiap upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Nanga Pinoh. Menurutnya, peran Perumdam Tirta Melawi tidak hanya sebatas pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga turut hadir dalam situasi darurat demi kepentingan keselamatan bersama.

“Dalam satu minggu ini telah terjadi dua kali kebakaran di Nanga Pinoh. Semua air yang digunakan oleh mobil pemadam kebakaran disuplai dari hidran yang terhubung langsung ke pipa distribusi Perumdam Tirta Melawi. Kita bersyukur dapat berpartisipasi dalam seluruh kegiatan pemadaman kebakaran yang terjadi di Kota Nanga Pinoh,” ungkap Bambang Jumat 26 Desember 2025.

Ia menambahkan, kesiapan jaringan distribusi air dan keberadaan hidran di titik-titik tertentu sangat membantu petugas pemadam kebakaran dalam mengendalikan api agar tidak meluas. Dengan suplai air yang stabil dan berkesinambungan, proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga dampak kerugian dapat diminimalisir.

Meski demikian, Bambang Setiawan juga memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi agar ke depan penanganan kebakaran dapat semakin optimal. Ia mendorong pemerintah daerah untuk membangun kantong-kantong air sebagai sumber cadangan yang dapat dimanfaatkan saat terjadi musibah kebakaran, terutama pada lokasi yang jauh dari jaringan hidran.

 

“Kami menyarankan kepada pemerintah daerah untuk membangun kantong-kantong air yang bisa digunakan saat terjadi kebakaran. Baik itu berupa waduk maupun embung yang dapat menampung air, sehingga bisa menjadi sumber air alternatif ketika dibutuhkan dalam keadaan darurat,” jelasnya.

 

Menurut Bambang, pembangunan waduk atau embung tidak hanya berfungsi sebagai cadangan air untuk pemadaman kebakaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air baku dan pengelolaan sumber daya air jangka panjang di wilayah perkotaan.

 

Sementara itu, Ketua Badan Swadaya Pemadam Kebakaran (BSPBK) Nanga Pinoh, Febi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pemadaman kebakaran. Ia menilai sinergi antarinstansi dan dukungan dari berbagai kalangan sangat membantu dalam menaklukkan si jago merah.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memadamkan api, baik dari petugas pemadam kebakaran, Perumdam Tirta Melawi, relawan, maupun masyarakat. Kerja sama ini sangat penting untuk mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas,” ungkap Febi.

“Dengan adanya kolaborasi yang solid antara Perumdam Tirta Melawi, petugas pemadam kebakaran, BSPBK, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan upaya penanggulangan kebakaran di Kota Nanga Pinoh ke depan dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250