Blog  

FENOMENA PEMBAKARAN HUTAN DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN KITA DALAM PERSPEKTIF SAINS

banner 728x250

 

 

Jurnalkalbarnews.com

Bayangkan dunia tanpa hutan,tanpa suara burung,udara yang segar,atau sungai yang mengalir jernih, Hutan sebagai paru-paru bumi dan rumah bagi jutaan makhluk hidup, memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan iklim global.namun, ancaman kehilangan hutan terus menghatui kita akibat pembakaran hutan masif,baik untuk kepentingan ekonomi maupun akibat kelalaian manusia,jika hutan benar-benar menghilang,apa yang akan terjadi pada lingkungan kehidupan manusia dan generasi mendatang.

 

Hutan adalah ekosistem kompleks yang terdiri dari pohon, tanaman lain, hewan, mikroorganisme,tanah,dan atmosfer yang saling berinteraksi untuk mendukung kehidupan di bumi.

Hutan memainkan peran penting dalam menyerap karbon dioksida menghasilkan oksigen,dan menjaga keseimbangan air serta tanah (FAO 2024).

Hutan memiliki peran vital sebagai paru-paru dunia karena menyerap karbon dioksida (CO²)

Dan menghasilkan oksigen yang mendukung kehidupan di bumi lebih dari 31%.

Permukaan daratan dunia tertutup hutan, menyediakan habitat bagi 80% spesies darat (United Nations Office at Geneva 2023).

 

Hutan juga membantu mengatur pola curah hujan, melindungi daerah aliran sungai,dan berkontribusi pada ketahanan pangan Serta kesehatan manusia melalui berbagai jasa ekosistem,namun hilangnya hutan karena deforestasi memperburuk perubahan iklim, meningkatkan resiko bencana alam,dan mempengaruhi ketersediaan air bersih bagi milyaran orang (Nurul 2024).

Pembakaran hutan baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia telah menjadi ancaman signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan global.fenomena ini sering terjadi akibat pembukaan lahan untuk pertanian atau kegiatan industri, yang menyebabkan hilangnya tutupan hutan secara besar-besaran (Nurul 2024) Di kawasan seperti Amazon, kebakaran hutan telah mencapai tingkat yang menghawatirkan, mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi tanah,dan pelepasan emisi karbon dalam jumlah besar yang menyebabkan global warning hingga memperparah krisis iklim (Cooper,2023)

 

Pembakaran hutan dalam sains berhubungan erat dengan konsep energi suhu dan perpindahan panas,ketika pembakaran terjadi, energi yang terkandung dalam bahan bakar (Seperti kayu atau dedaunan) dilepaskan dalam bentuk panas melalui reaksi kimia eksotermik(Reaksi kimia eksotermik adalah bahan organik seperti kayu bereaksi dengan oksigen (0²) Untuk menghasilkan karbon dioksida (CO²)air (H²O)dan energi). proses ini meningkat suhu sekitar dan mengubah material padat menjadi gas,(seperti Karbo dioksida dan uap air). perpindahan panas selama kebakaran melibatkan tiga mekanisme utama: konduksi, yaitu transfer panas melalui material

Padat seperti kayu, konveksi yang terjadi ketika udara panas mengalir ke atas dan membawa panas lebih jauh dan radiasi,di mana panas dipercepat dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang dapat memanaskan benda lain di sekitar api dan mempercepat penyebaran kebakaran, kondisi-kondisi ini memungkinkan api untuk menyebar dengan cepat, merusak luas wilayah dan menyebabkan kerusakan ekoligisyang signifikan (FAO,2024,Flonters in Forests and Global Change,2024).

 

 

Dalam biologi, pembakaran hutan memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan ekosistem dan keanekaragaman hayati, seperti penurunan atau kehilangan variasi spesies atau kelompok tumbuhan dan hewan akibat pembakaran hutan seperti orangutan, harimau Sumatera,beruang hutan serta berbagai varietas tumbuhan hutan lainnya, kebakaran hutan merusak habitat spesies menyebabkan punahnya tanaman dan hewan serta mengurangi keragaman genetik yang penting untuk adaptasi dan kelangsungan hidup spesies.

 

“Dampak lain dari pembakaran hutan yaitu terganggunya siklus kehidupan alami,termasuk daur air dan karbon, yang berperan vital dalam stabilitas ekosistem hutan berfungsi sebagai penyerap karbon utama di bumi , pembakaran hutan menyebabkan berkurangnya jumlah tumbuhan/pohon-pohon yang berfungsi dalam menyerap gas karbon dioksida,hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global atau naiknya suhu rata-rata bumi yang disebabkan oleh akumulasi gas rumah kaca, terutama Karbon dioksida (CO²)metana (CH)dan nitrogen oksida (NO)di atmosfer,hutan juga berperan dalam stabilitas daur air,hutan berperan besar dalam proses evapotranspirasi yaitu penguapan air dari permukaan tanah dan transpirasi air oleh tumbuhan pepohonan dan tumbuhan di hutan mengeluarkan uap air melalui daun mereka ke atmosfer, proses ini membantu meningkatkan kelembaban udara dan mendukung pembentukan awan serta hujan/daur air,selain dalam pengaturan daur air hutan juga berperan dalam pengaturan aliran air , perbaikan kualitas air dan pencegahan erosi(FAO,2024,UNEP,2023).

 

Hutan memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung kehidupan manusia seperti menyediakan oksigen,pengatur iklim global, hingga penyedia bahan baku penting,seperti kayu,bahan makanan, obat-obatan hingga rumah bagi berbagai varietas tumbuhan dan hewan,namun kerusakan hutan akibat penebangan hutan liar dan pembakaran hutan dapat menimbulkan dampak merugikan yang serius ,seperti perubahan iklim yang ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati serta bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan hidup manusia,oleh karena itu , penting bagi kita untuk menjaga kelestarian hutan guna memastikan keseimbangan ekologis dan berkelanjutan sumber daya alam yang yang mendukung kehidupan kita.

 

Penulis

Rindah Permata Sari,M.pd.

Prof Dr.Sarwanto.S.pd.M.Si.

S3 pendidikan IPA

Universitas Sebelas Maret Surakarta

 

 

Publis:Sanawiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250