Melawi – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Kalimantan Barat Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Panahan PERPANI Kabupaten Melawi resmi berakhir. Penutupan ajang bergengsi ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Melawi, Jhon Welly, pada Selasa (23/12/2025).
Kejurda Panahan Kalbar 2025 yang berlangsung selama tujuh hari, sejak 17 hingga 23 Desember 2025, diikuti oleh atlet-atlet panahan terbaik dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Selama pelaksanaan, para atlet bertanding dalam berbagai nomor dan kategori, mulai dari kualifikasi individu hingga beregu, dengan persaingan yang ketat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ketua PERPANI Kabupaten Melawi, Widya Rima, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Kejurda Panahan Kalbar 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sukses tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, Kejurda Panahan Kalbar 2025 yang dilaksanakan dari tanggal 17 sampai 23 Desember berjalan dengan lancar dan sukses. Ini berkat kerja sama panitia, dukungan pemerintah daerah, wasit, pelatih, atlet, serta masyarakat Melawi,” ujar Widya Rima.
Widya Rima juga berharap ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan atlet panahan di Kalimantan Barat, khususnya dalam menyiapkan atlet-atlet potensial menuju kejuaraan yang lebih tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan hasil akhir dan rekapitulasi perolehan medali, Kota Pontianak berhasil keluar sebagai juara umum Kejurda Panahan Kalbar 2025. Kontingen Kota Pontianak tampil dominan dengan meraih total 38 medali, terdiri dari 17 medali emas, 13 medali perak, dan 8 medali perunggu. Capaian tersebut menempatkan Kota Pontianak di puncak klasemen dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama panahan di Kalimantan Barat.
Sementara itu, sejumlah daerah lainnya juga menunjukkan performa yang kompetitif dan berhasil membawa pulang medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan. Persaingan yang ketat terlihat sejak babak kualifikasi hingga final, menandakan semakin meratanya kualitas atlet panahan di Kalbar.
Namun, hasil berbeda harus diterima oleh kontingen Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas. Pada Kejurda Panahan Kalbar 2025 ini, kedua daerah tersebut belum berhasil menyumbangkan satu pun medali dan harus pulang tanpa membawa medali. Meski demikian, keikutsertaan mereka tetap dinilai penting sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan jam terbang atlet.
Kadisporapar Kabupaten Melawi, Jhon Welly, dalam sambutannya saat penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen dan panitia penyelenggara. Ia menilai Kejurda Panahan Kalbar 2025 telah memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pengembangan olahraga panahan, tetapi juga bagi Kabupaten Melawi sebagai tuan rumah.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, ofisial, dan panitia. Kejurda ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan prestasi olahraga panahan di Kalimantan Barat serta memperkenalkan Melawi sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar,” kata Jhon Welly.
Dengan berakhirnya Kejurda Panahan Kalbar 2025, diharapkan para atlet dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka. Ajang ini sekaligus menjadi evaluasi dan motivasi bagi setiap daerah untuk terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan demi meraih prestasi yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan mendatang















