
SUNGAI AMBAWANG,jurnalkalbarnews.com – Deru mesin penggelar aspal memecah kesunyian malam hari di kawasan Sungai Ambawang kabupaten Kubu Raya , di tengah sisa kabut asap yang menyelimuti, tim Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat justru menunjukkan etos kerja tanpa kenal lelah. Mereka bergerak cepat merampungkan tahap krusial pengerjaan rigid pavement dan pengaspalan proyek vital tersebut.
Aktivitas padat itu bukan pemandangan biasa. Para pekerja bahu-membahu menghamparkan material aspal panas yang mengepul, menciptakan kontras visual antara gelapnya malam, putihnya kepulan uap, dan pekatnya asap sisa kebakaran lahan di sekitar lokasi. Target utama mereka jelas: memastikan ruas jalan nasional ini segera fungsional dan bebas dari ancaman debu dan genangan air .
Pengerjaan Dikebut Malam Hari
Pemandangan di lapangan menunjukkan intensitas tinggi. Meski jarak pandang sedikit terganggu oleh sisa kabut asap yang masih menyelimuti sebagian area Kubu Raya, ritme kerja tidak berkurang sedikit pun. Aspal panas dihampar memanjang mengikuti kontur jalan yang baru saja ditinggikan hampir 1,5 meter dengan panjang 2,5 KM
Pekerjaan peninggian badan jalan ini merupakan solusi permanen atas masalah klasik yang kerap melanda kawasan tersebut saat musim hujan tiba. Dengan elevasi yang lebih tinggi, diharapkan akses transportasi warga tidak lagi terputus oleh luapan air.
“Sudah mulai ngaspal peninggian jalan di Sungai Ambawang,” ujar salah satu petugas lapangan saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026) dini hari.
Pernyataan singkat tersebut menegaskan progres signifikan di lapangan. Tim BPJN Kalimantan Barat memilih menuntaskan pengecoran dan pengaspalan pada waktu malam hingga menjelang pagi. Strategi ini diambil bukan tanpa alasan, selain mengejar target penyelesaian, pengerjaan malam hari juga meminimalkan gangguan arus lalu lintas bagi pengguna jalan yang melintas pada siang hari.
Bebas Banjir
Proyek penanganan banjir di ruas Sungai Ambawang menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Pekerjaan Umum di Kalimantan Barat. Pasalnya, jalur ini merupakan urat nadi penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Ketika genangan air menutupi jalan, distribusi logistik dan mobilitas warga nyaris lumpuh total.
Dengan dimulainya tahap penghamparan aspal, titik terang bagi warga sekitar semakin terlihat. Jalan yang mulus dan tinggi tidak hanya menjanjikan kenyamanan berkendara, tetapi juga keamanan serta efisiensi waktu tempuh.
Tim di lapangan terus memacu ritme kerja demi menuntaskan proyek sesuai tenggat waktu. Semangat untuk menghadirkan infrastruktur yang andal bagi masyarakat Kalimantan Barat menjadi bahan bakar utama di tengah segala keterbatasan cuaca dan kondisi lingkungan.
Kehadiran alat berat serta koordinasi tim yang solid di lokasi memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga meski dikebut di waktu yang tidak biasa. Hasil akhir dari pengerjaan ini diharapkan mampu menjawab keluhan publik yang sudah lama mendambakan jalan bebas hambatan banjir.
Akses Pulih, Ekonomi Bangkit
Penyelesaian proyek peninggian jalan ini diproyeksikan membawa dampak domino yang positif. Bukan hanya soal kelancaran arus kendaraan, melainkan juga denyut perekonomian warga di Kubu Raya dan sekitarnya. Ketika akses jalan utama bebas dari genangan, kendaraan pengangkut hasil bumi dan komoditas perdagangan dapat melintas tanpa rasa khawatir.
Lebih jauh, infrastruktur yang mulus menjadi fondasi dasar untuk menarik investasi dan mempermudah akses ke sentra-sentra pelayanan publik. Warga tidak lagi harus memutar arah atau menunggu banjir surut untuk melanjutkan perjalanan.
BPJN Kalimantan Barat memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas campuran aspal dan proses pemadatannya. Setiap lapisan struktur jalan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, demi memastikan umur pakai jalan yang panjang.
Pengerjaan yang berlangsung hingga pagi hari itu menjadi potret nyata komitmen negara dalam menghadirkan infrastruktur yang merata. Jalan Sungai Ambawang yang dulu kerap menjadi langganan genangan, kini perlahan berubah menjadi ruas jalan yang kokoh dan siap dilalui.
Dengan selesainya tahap rigaspal ini, masyarakat Kalimantan Barat tinggal menunggu waktu untuk menikmati sensasi berkendara di atas jalan yang halus, tinggi, dan bebas rendaman air.
(Sanawiyah)



