Landak,kalbar.jurnalkalbarnews.com
Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana berbeda terlihat di halaman Polres Landak pada Selasa (12/5/2026). Puluhan siswa-siswi anggota Saka Bhayangkara Polres Landak tampak antusias mengikuti kegiatan edukatif yang penuh tantangan dan pengalaman baru. Kegiatan ini menghadirkan materi unik sekaligus penting, yakni pengenalan ular serta langkah penyelamatan apabila terjadi gigitan ular.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh personel Sat Binmas Polres Landak, di antaranya Ps. Kanit Bintibsos Aiptu Suriansyah, Ps. Kaurmintu Aiptu Karmin, Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Unggul Gatot Prayogo, dan Ps. Kanit Binpolmas Bripka Hery Prayogi, bersama komunitas Habitat Tanah Borneo Landak.
Peserta kegiatan merupakan siswa-siswi pilihan yang tergabung dalam Saka Bhayangkara Polres Landak dari beberapa sekolah, yakni SMK Negeri 1 Ngabang, SMA Negeri 2 Sengah Temila, dan SMA Negeri 3 Ngabang serta SMA Maniamas Ngabang
Materi utama disampaikan oleh narasumber Sdra. Riza dari Komunitas Pecinta Ular yang memberikan edukasi tentang jenis-jenis ular berbisa, cara mengenali bahaya, hingga teknik penyelamatan pertama apabila seseorang mengalami gigitan ular.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak serius memperhatikan setiap penjelasan. Bahkan suasana semakin menarik ketika dilakukan simulasi penanganan korban gigitan ular yang membuat peserta semakin bersemangat dan aktif bertanya.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K melalui Ps. Kanit Bintibsos Aiptu Suriansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah wawasan serta keterampilan anggota Saka Bhayangkara agar memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan yang bermanfaat kepada generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar mereka memahami langkah yang benar saat menghadapi bahaya gigitan ular serta mampu membantu masyarakat secara cepat dan tepat,” jelas Aiptu Suriansyah.
Lanjut Ps. Kanit Bintibsos menambahkan bahwa kegiatan pembinaan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter disiplin, keberanian, dan kepedulian sosial generasi muda.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber Sdra. Riza dari Komunitas Pecinta Ular menerangkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penanganan awal ketika terjadi gigitan ular, sehingga edukasi seperti ini sangat penting dilakukan.
“Penanganan pertama yang benar dapat meminimalisir risiko fatal akibat bisa ular. Karena itu masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari saat terjadi gigitan ular,” terang Riza.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat. Para peserta mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang jarang diperoleh di sekolah. Selain menambah ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara Polres Landak dan generasi muda melalui wadah Saka Bhayangkara.
Sanawiyah















