Berita  

Dihadapan Kementerian UMKM, Bupati Dadi Sampaikan Kekurangan Anggaran Bangunan dan Akses Modal Usaha

banner 728x250

Melawi – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Melawi, terutama terkait keterbatasan anggaran pembangunan fasilitas usaha serta minimnya akses modal bagi pelaku UMKM. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat memberikan sambutan dalam acara “Kriya Sibung Melawi Tahun 2025” yang berlangsung di Halaman Pendopo Bupati Melawi, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryono, tersebut menjadi ajang bagi Pemerintah Kabupaten Melawi untuk menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan sektor UMKM di daerah kepada pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Bupati Dadi mengungkapkan bahwa Kabupaten Melawi memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor UMKM. Namun, kendala klasik seperti keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur penunjang dan sulitnya akses permodalan masih menjadi penghambat utama.

“Di Kabupaten Melawi ini, tanah banyak, potensi juga besar. Namun kami terkendala pada keterbatasan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana pendukung bagi pelaku UMKM. Banyak pelaku usaha yang memiliki semangat tinggi, tetapi mereka kesulitan mendapatkan modal usaha,” ujar Bupati Dadi.

Bupati menambahkan, dalam gelaran Kriya Sibung Melawi 2025, para pelaku UMKM dari 11 kecamatan turut berpartisipasi menampilkan berbagai produk unggulan, terutama olahan berbahan dasar sibung atau kecombrang, yang menjadi salah satu komoditas daerah Melawi.

Dari setiap kecamatan menampilkan kreativitas dan produk berbahan lokal, seperti bahan sibung yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini membuktikan potensi luar biasa yang bisa kita kembangkan jika ada dukungan lebih besar dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Melihat potensi besar tersebut, Bupati Dadi berharap Kementerian UMKM dapat memberikan perhatian lebih terhadap Kabupaten Melawi melalui alokasi program pembinaan, pendampingan, dan bantuan konkret untuk pengembangan UMKM.

“Kami berharap Kementerian UMKM bisa mengalokasikan program pembinaan dan pengembangan usaha untuk Kabupaten Melawi. Salah satunya melalui pembangunan gedung UMKM Center sebagai pusat pelatihan, inkubasi bisnis, sekaligus wadah promosi bagi produk-produk lokal. Selain itu, kami juga sangat membutuhkan bantuan modal usaha dan pelatihan manajemen usaha bagi para pelaku UMKM,” jelasnya.

Sementara itu, Sudaryono, Staf Ahli Kementerian UMKM, mengapresiasi langkah Pemkab Melawi yang terus berinovasi dalam mendorong pelaku usaha lokal. Ia menyampaikan bahwa pihak kementerian akan menindaklanjuti berbagai usulan tersebut dan mengupayakan program sinergi yang bisa menjawab kebutuhan daerah.

“Kementerian tentu akan mempertimbangkan berbagai masukan dari pemerintah daerah, termasuk Melawi. Kami melihat semangat dan potensi UMKM di sini sangat besar, tinggal bagaimana kita memperkuat kolaborasi agar program yang dirancang benar-benar menyentuh pelaku usaha di lapangan. Kami akan sampaikan pada Pak Menteri”, tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250