melawi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Melawi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Ketahanan Pangan bagi aparatur desa dan unsur terkait lainnya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 9–11 Desember 2025, di salah satu hotel di Kecamatan Nanga Pinoh.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala DPMD Kabupaten Melawi, Hasanuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program peningkatan ketahanan pangan desa merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pembangunan berbasis kebutuhan lokal dan pemanfaatan potensi yang sudah ada di desa.
Menurutnya, pemerintah desa memerlukan penguatan kapasitas dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban program, terlebih dalam penggunaan Dana Desa yang setiap tahunnya dialokasikan untuk penguatan sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah desa tidak hanya dituntut menyusun program, namun juga memastikan program tersebut memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan adalah kebutuhan utama, dan desa memiliki potensi untuk berkembang melalui pengelolaan yang tepat,” ujar Hasanuddin dalam sesi pembukaan.
Bimtek ini mengangkat sejumlah tujuan prioritas, yanki, Pemberdayaan masyarakat desa secara terpadu dan berkelanjutan. Penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Optimalisasi perencanaan dan pelaksanaan program desa. Peningkatan akuntabilitas penggunaan Dana Desa. serta Pengembangan inovasi desa dalam berbagai sektor.
Melalui agenda ini, peserta dibekali materi terkait pemetaan potensi pangan lokal, penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penyusunan rencana aksi ketahanan pangan, hingga pengembangan komoditas lokal yang layak diolah menjadi produk unggulan desa.
Narasumber juga memberikan pendalaman mengenai regulasi dan tata kelola penggunaan Dana Desa, khususnya dalam konteks penerapan prioritas nasional terkait penguatan sektor pangan.
Kegiatan Bimtek diikuti berbagai unsur perangkat daerah dan pemerintahan desa, yakni, Camat se-Kabupaten Melawi atau Kasi Pemerintahan kecamatan, Perwakilan kepala desa beserta perangkat desa, Pendamping desa, Direktur BUMDes dan BUMDes Bersama, serta unsur kelembagaan desa lainnya.
Peserta yang hadir diharapkan dapat menjadi penggerak implementasi program ketahanan pangan di wilayah masing-masing, sekaligus menjadi agen edukasi bagi masyarakat desa.
Sesi khusus juga membahas penguatan peran BUMDes dan BUMDes Bersama dalam produksi dan distribusi pangan lokal. Pendamping desa pun ditekankan sebagai motor akselerasi program, mulai dari perencanaan dokumen desa, penyusunan usulan program, hingga monitoring pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah materi latihan diberikan dalam bentuk diskusi kelompok dan simulasi penyusunan rencana program, sehingga peserta tidak hanya menerima teori melainkan juga praktik penyusunan konsep kegiatan yang dapat langsung diaplikasikan pasca bimtek.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, DPMD Melawi menargetkan peningkatan kualitas tata kelola desa, percepatan capaian indikator pembangunan desa, dan munculnya desa-desa yang mandiri dalam sektor ketahanan pangan.
Hasanuddin menegaskan bahwa desa harus mampu menciptakan inovasi yang mengangkat potensi lokal, termasuk dalam pengembangan komoditas pangan seperti hortikultura, perkebunan rakyat, hingga produk olahan skala rumah tangga.
“Tujuan akhir dari semua proses ini adalah kesejahteraan masyarakat desa. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak pada stabilitas ekonomi dan kualitas hidup warga,” pungkasnya.















